Sitemap
Print Version
Kontak kami
Update terakhir:
May 24. 2014 08:48:44

Pemberdayaan SDM

 

PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA

( HUMAN RESOURCE DEVELOPM ENT )

Dari semua ilmu dan pengalaman yang saya kuasai. Dari bentuk tulisan dan tanda tangan, palmistry, physiognomy dan yang lainnya, bila digabungkan, maka akan menjadi sebuah ilmu yang bisa dikemas untuk HRD yaitu untuk penempatan pemberdayaan manusia, pada tempat yang tepat guna atau sesuai karakter yang dimilikinya untuk melancarkan dan memajukan sebuah perusahaan.

Palmystry mampu mengungkap karakter dan kelebihan dari kemampuan yang dimiliki kepribadian seseorang; Physiognomy dapat melihat wajah seseorang, seperti apakah intelektual seseorang dari indra wajahnya; Tanda tangan dan tulisan seseorang dapat menguak sifat dan cara kerja seperti apakah cara dia mengerjakan pekerjaannya.  

Bagi pengelola perusahaan atau instansi lain, yang membutuhkan jasa bidang ini, saya siap membantu mewujudkan untuk tujuan tersebut.

Lebih dalam, akan lebih sempurna apabila ilmu-ilmu tersebut diatas di padukan dengan ilmu Zi Wei Dou Shu dan Ba Zi, selain karakter dan cara kerja seseorang, Zi Wei Dou Shu dan Ba Zi dapat melihat unsur-unsur atau elemen yang dimiliki seseorang, untuk lebih sepesifik menempatkan seseorang pada bidang yang akan diberikannya. Namun penerapan ilmu tersebut belum lazim digunakan di Indonesia, tetapi di Tai Wan, Hongkong, Jepang, cara tersebut sudah biasa digunakan sebagai psiko tes di setiap perusahaan. Menurut pengalaman dan pengamatan dilapangan,  selama saya membuka praktek ini, hasilnya bisa dikatakan cukup memuaskan, kareana setiap orang yang konsultasi menanyakan tentang bidang pekerjaan, saya selalu mengarahkan karakter dan kelebihan kemampuan seseorang ke arah yang memang tepat dengan apa yang dimilikinya.

 

     Strategi sumber daya manusia

Menempatkan dan memberdayakan seseorang disebuah section di sebuah  perusahaan atau instansi dengan cara yang saya miliki, sebetulnya memang agak unik, ilmunya hamper mirip dengan ilmu psikologi, namun menurut saya merajah setiap garis pada telapakan tangan dan bentuk wajah dan penampilan seseorang kiranya akan lebih tepat, karena dari situ saya akan mengetahui siapa sebenarnya orang tersebut dan apa kelebihannya. Dari cara tersebut saya akan mengetahui karakter dan apa kemampuannya dan dibagian mana harus menempatkan tipe orang seperti ini,  dan tentu saja dengan latar belakang pendidikan orang tersebut, walau sebenarnya jurusan kuliahnya tidak menjamin dia mampu bekerja sesuai bidang pendidikannya, karena banyak juga ditemui orang yang  terpaksa mengambil sebuah jurusan yang tidak disukainya. Seperti contoh seseorang yang aktif dan agresif, orang seperti ini bila ditempatkan dibelakang meja, dia tidak akan betah dan akan merasakan siksaan batin, pekerjaan tersebut bagi dia hanya terpaksa, dan mungkin juga tidak akan bertahan lama, kalau pun bias lama hasil kerjanya tidak akan optimal seperti yang kita harapkan.  

Seseorang yang berpendidikan tinggi, namun kurang percaya diri, tipe orang sepeti ini tidak akan cocok ditempatkan dibagian yang membutuhakan ketepatan keputusan, kalau pun ya,  dia lebih cenderung akan menggunakan perasaannya untuk memutuskan sesuatu. Orang yang kelewat jujur, tidak bisa bohong atau berbasa-basi, orang tipe seperti ini pun tidak bisa mengambil keputusan, tidak mempunyai ketrampilan bicara, untuk marketing, dia tidak bisa meraih konsumen, bahkan akan merugikan perusahaan karena kejujurannya. Namun ada juga sisi baiknya, bila dia ditugaskan dan dipercayakan untuk memegang keuangan, setor uang ke bank, dia tidak akan melarikan uang perusahaan, karena itu dia sangat tepat ditempatkan di bidang ini.

       Kenyataan dilapangan yang saya temui, sebenarnya ini kisah nyata, saya mempunyai dua orang teman, kedua orang ini sama sebagai salesman untuk barang yang sama, tugasnya bagian luar kota. Katakanlah si A, dan si B, keduanya adalah tipe orang jujur, karena itu dipercaya untuk salaesman. si A sangat pandai bicara, menarik, tahu diri kapan harus bertindak, low profile namun pandai merayu, anehnya, sekalipun dia mengarang cerita berbohong namun orang selalu mempercayainya, (secara kodrati memang kelebihan yang dimilikinya). Sedangkan si B, sifatnya agak keras, cara bicaranya agak kasar, tidak sabaran, kurang bisa berbasa basi, tidak bisa menganggap pembeli adalah raja yang perlu sedikit rayuan, kurang introspeksi pada dirinya, bagaimana kalau dia jadi seorang pembeli. Dari kedua orang tersebut, jelas yang lebih banyak menghasilkan pembeli adalah si A, sedangkan si B, selalu ngeluh kurang berhasil karena sering ditolak oleh langganannya, karena sifatnya yang demikian.       

    Pada dasarnya, memberdayakan semua orang harus pada bidang yang sesuai dengan karakter dan bidang pekerjaan yang paling disukainya, atau bidang yang paling enjoy bagi dirinya, dengan bidang yang dia sukai, justru kreatif dan invatifnya akan muncul berusaha bagai mana caranya untuk bisa lebih berhasil.

Amin Hongsui - The Perfect Master

Pilihan Bahasa